<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-615294686760098580</id><updated>2011-10-02T18:30:57.492-07:00</updated><title type='text'>L e r e n g   P e n a</title><subtitle type='html'>Adalah Taman Bacaan Masyarakat non komersial yang 
didedikasikan guna menyemarakkan Indonesia Membaca. 
Menyediakan bahan bacaan untuk 
segala umur dan melayani peminjaman buku gratis tanpa persyaratan 
apa pun</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.lerengpena.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>lerengpena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08073843476329276553</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-615294686760098580.post-7691381836120728762</id><published>2010-11-25T22:53:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T22:53:37.660-08:00</updated><title type='text'>Lereng Pena Memohon</title><content type='html'>Sudah satu bulan, Lereng Pena yang sedari awal sebagai perpustakaan alternatif diadakan. Lereng Pena, kini terus berbenah seiring atensi masyarakat sekitar yang terus membanjir. Dengan keterbatasan bahan bacaan, Lereng Pena membuka peluang bagi pihak mana pun, untuk berbagi buku, majalah, tabloid atau apa saja demi kelancaran program pemerintah yang hendak memasyarakatkan buku alias mencerdaskan anak bangsa.Kiranya sekadar itu, atas perhatian banyak pihak, terima kasih banget.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/615294686760098580-7691381836120728762?l=www.lerengpena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.lerengpena.co.cc/feeds/7691381836120728762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/lereng-pena-memohon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/7691381836120728762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/7691381836120728762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/lereng-pena-memohon.html' title='Lereng Pena Memohon'/><author><name>lerengpena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08073843476329276553</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-615294686760098580.post-6760638976108674858</id><published>2010-11-11T02:41:00.000-08:00</published><updated>2010-11-11T02:41:28.662-08:00</updated><title type='text'>Assalamu 'alaikum</title><content type='html'>Sore ini saya mengajak pembaca untuk tidak terbuai dengan berita-berita yang berseliweran. Biarkan Obama dengan pidatonya yang memang membius dunia. Alhamdulillah, Dia segera meninggalkan dengan cepat tanah yang pernah membesarkannya guna melanjutkan lawatannya di Asia. Kini mari segera alihkan diri untuk meneliti kondisi diri. Sudah pantaskah kita di hadapan Tuhan ? Sudah patutkah kita berdo'a siang malam untuk menghalau bencana ? Sudah paskah kita, menyapa Tuhan demi keselamatan keluarga kita ? Jangan-jangan kita masih ragu dengan kualitas kita di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;Gempa tektonik akan terus mengancam kehidupan kita. Gempa vulkanik juga siap dengan lahar dan awan panasnya setiap saat. Kita sebagai manusia jadi tampak lemah tak berdaya berhadapan dengan alam. Padahal mereka juga bertasbih pada Tuhan. Merapi yang kini memporakporandakan Magelang, Klaten, Boyolali dan Sleman, sesungguhnya merupakan bentuk tasbihnya kepada Tuhan, karena memang sedang dipakai Tuhan untuk mengingatkan dan menghardik manusia yang sudah kelewat batas dalam mengatur dunia.&lt;br /&gt;Tuhan sedang menegur kita.. Tuhan menyapa kita, kenapa kita lalai menilai diri. Tuhan mengingatkan kita, betapa usia yang kita miliki ini tidaklah panjang sepanjang angan kita. Tuhan dengan belas kasihNya, meminta kita untuk segera meneropong diri, menggarap diri. Bahwa seyogianya kita segera berdamai dengan Tuhan dan mengabdi kepada-Nya. Mengabdi kepada Tuhan, wujudnya adalah mengabdi kepada kebajikan kepada sesama. Mengabdi kepada Tuhan, juga bisa diwujudkan dengan menyiapkan diri untuk dimanfaatkan orang lain. Jangan alergi dimanfaatkan orang, sebab kita bukan siapa-siapa. Adanya kita adalah karena kehendak Tuhan. Tuhan yang menghadirkan apa dan siapa saja dihadapan kita untuk kita sapa dengan "&lt;b&gt;&lt;i&gt;assalamu 'alaikum warahmatulloh wabarakatuh&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;". Termasuk kini yang hadir ke tengah kita adalah muntahan lahar dan hujan abu, maka mari kita sambut dengan salam sejahtera. Karena Merapi begitu bukan atas kehendak si Merapi tetapi atas &lt;i&gt;dhawuh&lt;/i&gt; Sang Maha Hadir.... &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;.... (supardi pranatyastama)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/615294686760098580-6760638976108674858?l=www.lerengpena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.lerengpena.co.cc/feeds/6760638976108674858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/assalamu-alaikum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/6760638976108674858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/6760638976108674858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/assalamu-alaikum.html' title='Assalamu &apos;alaikum'/><author><name>lerengpena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08073843476329276553</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-615294686760098580.post-7672583640106339619</id><published>2010-11-08T23:15:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T23:15:15.099-08:00</updated><title type='text'>Mari kita tengok diri</title><content type='html'>Kembali siang ini saya hadir ke tengah pembaca. Meski tiada yang dapat kupersembahkan, namun setidaknya bagi saya merupakan upaya untuk melepas penat ketika seharian berkutat dengan berita musibah dan persiapan pemerintah menyambut Obama si Anak Menteng.&lt;br /&gt;Musibah demi musibah yang beruntun menimpa negeri ini, bukan hal yang aneh dari sisi geologi. Karena tanah yang kita injak ini memang dari dahulu kala sudah dikenal sebagai daerah rawan bencana. Bencana senantiasa mengintip siapa pun yang menghuni tanah negeri &lt;i&gt;zamrud khatulistiwa&lt;/i&gt; ini. Cuma bedanya manusia sekarang dengan nenek moyang kita adalah pada segi penyiapan diri dan sikap atas bencana. Para leluhur kita dulu, menyiapkan diri menghadapi bencana dengan senantiasa menghadirkan Sang Hyang Pencipta dalam keseharian. Leluhur kita ini begitu karib dengan Tuhan, sehingga Tuhan sangat sayang dan menunda bencana. Maka tak heran, kalau kita tengok dalam khasanah sejarah, para orang suci bertebaran dalam lembaran sejarah nusantara. Mereka menghiasi tanah air ini sehingga Tuhan urung menurunkan bencana. Namun kini, kenapa bencana demi bencana terus menerpa negeri ini ? Ini pertanyaannya yang membutuhkan ruang perenungan yang lebih dalam. Manusia kini jauh dari Sang Pencipta. Tuhan amat jauh dari khasanah keseharian anak manusia yang menghuni bumi Indonesia. Meski di sana sini banyak yang rajin ke Masjid, ke Gereja dan lain sebagainya, namun berhenti sebatas ibadah. Tuhan dikenal dalam penyebutan, tapi jauh dari penghayatan. Tuhan selalu disebut kala laut dan gunung telah mengamuk, namun segera mungkin menghapusnya setelah bencana berlalu. Tangisan dalam lirik lagu terus menghias di telinga, namun segera berubah dengan aneka goyangan mesum ketika badai berlalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah entahlah hingga kapan kita akan terus memelihara bencana... Hingga sampai kapan kita terus memamerkan maksiat menantang Tuhan, hingga Tuhan bosan dengan kehadiran kita dan lantas menggulung kita dengan tsunami dan lahar vulkanik...&lt;br /&gt;Duhai...sadarlah.... mari kita segera meniliki diri betapa belum berharga diri ini dihadapan semesta dan Tuhan..&lt;br /&gt;Kawan...mari segera......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: black;"&gt;Supardi Pranatyastama&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/615294686760098580-7672583640106339619?l=www.lerengpena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.lerengpena.co.cc/feeds/7672583640106339619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/mari-kita-tengok-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/7672583640106339619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/7672583640106339619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/mari-kita-tengok-diri.html' title='Mari kita tengok diri'/><author><name>lerengpena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08073843476329276553</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-615294686760098580.post-2951995057846776425</id><published>2010-11-03T21:12:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T21:12:33.417-07:00</updated><title type='text'>Moga Damai...</title><content type='html'>Apakah Tuhan murka ??? Pertanyaan yang menggoda pikiran dan perasaan. Masak Tuhan murka ? Apa bedanya dengan yang lainnya, kalau Dia juga bisa murka. Kalau tidak yakin dengan kemurkaan Tuhan, siapa yang membuat bencana selama ini, yang kalau kita tilik dalam kitab suci senantiasa pas. Sebagai contoh, Merapi meletus tanggal 26 Oktober pukul 17:08, kita tengok dalam Al Qur'an surat ke 26 ayat 10 kemudian dilanjutkan&amp;nbsp; surat 17 ayat 8. Tersebut, disitu betapa bencana yang beruntun ini akibat ulah pemimpin yang telah menyerupai Firaun. Pemimpin zhalim dan tiran. Apakah pemimpin kita ini tiran ? Silakan direnungkan sendiri...&lt;br /&gt;Kembali pada murka Tuhan, Tuhan telah mempercayakan bumi ini kepada manusia. Manusia, oleh Tuhan di sabda sebagai wakil-Nya, seyogianya sanggup memanage muka bumi ini dengan baik. Tuhan tidak mungkin bertindak sendiri dalam mengatur semesta, karena Dia sebagai dzat yang Ghaib. Lantaran keghaiban itulah Dia butuh dikenal atau diungkapkan oleh makhluk di semesta, maka lahirlah manusia. Manusia mendapat amanah untuk mewujudkan bahwa Tuhan itu ada dan nyata. Namun, seringpula manusia lalai dan tidak bertanggung jawab dalam mengelola semesta ini, sehingga tak ayal semesta muntah sebagai peringatan Tuhan atas kekonyolan manusia..&lt;br /&gt;Moga kita bisa introspeksi atas kekonyolan-kekonyolan selama ini. Moga damai bumiku, damai wahai manusia.. (supardi pranatyastama)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/615294686760098580-2951995057846776425?l=www.lerengpena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.lerengpena.co.cc/feeds/2951995057846776425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/moga-damai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/2951995057846776425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/2951995057846776425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/moga-damai.html' title='Moga Damai...'/><author><name>lerengpena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08073843476329276553</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-615294686760098580.post-8226933850981444358</id><published>2010-11-03T02:39:00.000-07:00</published><updated>2010-11-25T22:18:53.528-08:00</updated><title type='text'>Salam Kenal</title><content type='html'>Tidak lah mengada-ada, kalau dikatakan bahwa negeri ini dalam segala lini masih jauh dari kemajuan alias masih ketinggalan. Satu sebab dari banyak penyebab adalah minimnya kegiatan membaca buku. Masyarakat di sekitar kita masih enggan untuk menyentuh buku. Alih-alih memperoleh data informasi, melirik pun enggan. Sungguh ironi, negeri yang penduduknya termasuk paling padat, namun gerakan membaca kurang begitu menjadi prioritas. Sekolah-sekolah pun, jarang mengadakan kegiatan agar peserta didiknya biasa berhadapan dan berdiskusi dengan buku.&lt;br /&gt;Keengganan masyarakat atas buku, tidak bisa dilepaskan dari keadaan buku yang amat mahal untuk didapatkan. Untuk membaca sebuah buku, musti menyediakan minimal Rp. 50.000,00 guna mendapatkan buku yang berbobot. Nah, kondisi yang demikian, telah memaksa kami untuk mendirikan "Lereng Pena" sebagai perpustakaan alternatif&amp;nbsp; yang menyediakan bahan bacaan berupa buku, komik, tabloid dan majalah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lereng Pena&lt;/b&gt;, hadir di tengah-tengah kita dengan menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan buku. Ada kegiatan Baca, Gambar, Tulis, dan Bahasa. &lt;b&gt;Lereng Pena&lt;/b&gt;, disamping menyediakan buku, tabloid dan majalah yang bisa dibaca di tempat, juga melayani peminjaman buku secara gratis. &lt;br /&gt;Nah....para pengunjung dan para pencinta buku, mari datang ke &lt;i&gt;&lt;b&gt;Lereng Pena&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Nikmati layanan buku-buku yang berbobot yang dapat dipinjam secara gratis!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Takdzim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;SUPARDI PRANATYASTAMA&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGELOLA&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/615294686760098580-8226933850981444358?l=www.lerengpena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.lerengpena.co.cc/feeds/8226933850981444358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/salam-kenal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/8226933850981444358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/615294686760098580/posts/default/8226933850981444358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.lerengpena.co.cc/2010/11/salam-kenal.html' title='Salam Kenal'/><author><name>lerengpena</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08073843476329276553</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
